MEKANISME
PERTAHANAN DIRI SIGMUND FREUD
Mekanisme
pertahanan diri atau yang biasa disebut “Defence Mechanisms” merupakan bentuk
pertahanan diri dari setiap individu.
Sigmund Freud
menggunakan istilah mekanisme pertahanan diri (Defence Mechanisms) untuk menunjukkan
proses tdak sadar yang melindungi si individu dari kecemasan melalui
pemutarbalikkan kenyataan.
1. Represi (Repression)
Merupakan cara
individu untuk menekan perasaan frustasi, konflik batin, mimpi buruk, krisis
keuangan dan sejenisnya yang menimbulkan kecemasan.
Contoh : dalam
bentuk mimpi saat tidur, atau dalam bentuk tindakan dan kata-kata keliru
(parapraxes atau “freudian slips”.
2. Pembentukan Reaksi
(reaction formation)
Individu
melakukan pembentukan reaksi ketika dia berusaha menyembunyikan motif dan
perasaan yang sesungguhnya dan menampilkan wajah yang berlawanan dari ekspresi
wajah yang berlawanan dengan yang sebenarnya.
Contohnya,
seorang ustad yang berkotbah menentang Free Sex (Sex bebas) pada kalangan
remaja, ternyata dia sendiri melakukan hal tersebut. Apakah pendeta berperilaku
suci karena sebenarnya merasa jahat dan tidak suci?? Pembentukan reaksi
(Reaction Formation) merupakan salah satu mekanisme pertahanan diri yang paling
sering digunakan di kalangan masyarakat.
3.
Fiksasi
Fiksasi merupakan
bentuk pertahanan diri dimana individu dihadapkan pada suatu situasi menekan
yang membuatnya frustasi dan mengalami kecemasan, sehingga membuat individu
tersebut merasa tidak sanggup lagi untuk menghadapinya dan membuat perkembangan
normalnya terhenti untuk sementar atau selamanya.
Contoh, seorang
remaja yang disuruh orang tuanya mencari pekerjaan. remaja tersebut merasa
kalau dia kerja nanti, akan ada masalah-masalah baru terutama dalam dirinya.
Seperti, dimarahi atasan, tidak diterima pekerjaan, diejek temannya karena
pekerjaan yang sebagai pelayan, ataupun yang lainnya. Hal ini membuat individu
tadi terfikasi dan akhirnya tidak jadi bekerja. Hal ini bisa berlangsung
sementara atau selamanya.
4.
Pengalihan (Displacement)
Pengalihan
merupakan bentuk pertahanan diri menghadapi anxietas adalah dengan cara
memindahkannya dari objek yang mengancam kepada objek yang lebih aman
hostilitasnya di rumah kepada anak-anaknya.
contohnya,
seorang mahasiswa yang dimarahi dosennya karena telat mengumpulkan tugas, akan
mencoba mencari bentuk pengalihan seperti bermain tinju untuk melampiaskan
amarahnya, atau bermain game. Intinya dia mencari objek lain sebagai bentuk
pengalihan dari rasa amarah, cemas, takut, dll. Ini juga merupakan mekanisme
pertahanan diri yang sering dipakai.
5.
Proyeksi
Proyeksi adalah
mekanisme pertahanan diri dimana impuls yang menyebabkan kecemasan dikeluarkan
dengan cara mengarahkan kecemasan tersebut ke orang lain. jadi intinya,
kecemasan yang dihadapinya dilampiaskan ke orang lain.
Contoh dari
proyeksi misalnya, seorang laki-laki menyukai seorang wanita, ketika ditanya
sahabat dari laki-laki ini, laki-laki tersebut mengatakan bahwa wanita itulah
yang menyukai dan mengejar-ngejar dia. Dia mencoba memproyeksikan
kecemasanya.
6.
Rasionalisasi
Rasionalisasi
membantu untuk membenarkan berbagai tingkah laku spesifik dan membantu untuk
melemahkan pukulan yang berkaitan dengan kekecewaan.
contohnya,
seorang mahasiswa yang telat datang ke kampus. Ketika ditanya dosen, dia
mengatakan bahwa di jalan macet. Padahal yang sebenarnya, bahwa dia telat
bangun pagi. Dia menggunakan alasan “MACET” sebagai bentuk suatu yang dapat
diterima akal (rasional).
7.
Menyangkal Kenyataan (Denial)
Penyangkalan
merupakan sebuah tindakan menolak mengaku adanya stimulus yang menyebabkan
timbulnya rasa cemas.
Contohnya,
seorang anak yang telah divonis dokter mengidap kanker hati, ketika anak
tersebut menanyakan kepada orang tuanya sakit apa yang sedang diidapnya, orang
tua menjawab bahwa kamu hanya sakit perut biasa, nanti minum obat juga sembuh.
Orang tuanya mencoba menyangkal kenyataan yang ada, agar tidak menimbulkan
kecemasan. Intinya berbohong kepada diri sendiri. Read more: http://www.wivrit.com/2013/07/7-mekanisme-pertahanan-diri-yang-paling-sering-digunakan.html#ixzz4bA98Qrm3


Comments
Post a Comment